Sekjen Kemenkumham Tinjau Asset BHP Semarang di Kawasan Kota Lama udalam rangka rencana revitalisasi, BHP Semarang mengadakan Rakor dengan Disdukcapil se Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah dan DIY Terkait Bidang Perwalian dan Harta Tak Terurus

» Share | Blog

Temu Rutin Paguyupan Ibu-Ibu Pengayoman Forkomda Semarang di Kantor BHP Semarang

Pada Selasa, 24 Juli 2018, bertempat di Gedung Pertemuan kantor Balai Harta Peninggalan Semarang, Paguyuban Ibu-Ibu Pengayoman Forkomda Semarang menyelenggarakan pertemuan rutin anggota paguyuban. Paguyuban Ibu-Ibu Pengayoman Forkomda Semarang merupakan perkumpulan dharma wanita pegawai wanita dan para istri pegawai laki-laki yang bekerja Unit Pelaksana Tugas di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia forkomda Semarang. Kementerian Hukum dan HAM forkomda Semarang sendiri terdiri dari kantor satuan kerja di wilayah Semarang, Kendal, Ambarawa, dan Salatiga. Acara pertemuan rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pengayoman Forkomda Semarang yang diadakan tiap dua bulan sekali tersebut, tidak hanya sekedar acara arisan tetapi merupakan pertemuan yang bertujuan untuk memperkuat peran serta perempuan dalam lingkungan keluarga, lingkungan kerja, maupun di masyarakat.


Acara tersebut dibuka dengan sambutan oleh Ibu Elia Aris Ideanto yang menjadi tuan rumah, yang dilanjutkan pengarahan dari Ibu Dewi Pramono selaku Ketua Paguyuban Ibu-Ibu Pengayoman Forkomda Semarang. Kemudian diisi acara public speaking yang menghadirkan narasumber yaitu Ibu Martuti yang merupakan Widya Iswara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Jawa Tengah, yang menyampaikan materi tentang Etika dalam Berorganisasi.


Ibu Martuti menyampaikan bahwa bahwa Etika merupakan pola tingkah laku atau kebiasaan yang baik yang dapat diterima oleh lingkungan pergaulan seseorang atau organisasi tertentu, sedangkan organisasi yaitu sekelompok orang dalam suatu wadah untuk mencapai tujuan bersama. Pada dasarnya merupakan upaya menjadikan moral sebagai landasan bertindak dalam kehidupan bersama termasuk dalam lingkungan profesi. Menurut Brian Tracy Delapan puluh lima persen kesuksesan hidup ditentukan oleh kemampuan berinteraksi secara positif dan efektif dengan orang lain serta memperoleh kerjasama orang lain untuk mencapai tujuan.


Etika dalam berorganisasi penting dipahami oleh anggota dharma wanita karena dapat mewujudkan visi dharma wanita yaitu menjadi istri pegawai ASN yang profesional untuk memperkuat peran serta perempuan dalam pembangunan bangsa.

Ibu Elia Aris Ideanto, Selaku Tuan Rumah Menyampaikan SambutanIbu Martuti menyampaikan materi tentang Etika BerprofesiFoto Bersama dengan Ibu Dewi Pramono, Ibu Elia Aris Ideanto, Para Istri Kepala UPT, dan para anggota paguyupan


Related News


Leave a Comment