Sekjen Kemenkumham Tinjau Asset BHP Semarang di Kawasan Kota Lama udalam rangka rencana revitalisasi, BHP Semarang mengadakan Rakor dengan Disdukcapil se Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Tengah dan DIY Terkait Bidang Perwalian dan Harta Tak Terurus

» Share | Blog

Pembahasan Perubahan ORTA Balai Harta Peninggalan dan Pembentukan JFT Anggota Teknis Hukum

Surakarta, bertempat di The Sunan Hotel, Balai Harta Peninggalan (BHP) Semarang Kantor Wilayah Jawa Tengah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI), menyelenggarakan Rapat Kerja Pembahasan Organisasi dan Tata Kerja (ORTA) BHP dan Pembentukan Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) Anggota Teknis Hukum (ATH), pada 29 sampai dengan 31 Mei 2018. Rapat kerja ini dilaksanakan dalam rangka mengakomodir perkembangan pelaksaan tugas dan fungsi BHP sehingga diperlukan restrukturisasi organisasi dan tata kerja BHP.


Pada 29 Mei 2018, Rapat Kerja Pembahasan ORTA BHP dan Pembentukan JFT ATH tersebut dibuka oleh Plt. Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kemenkumham RI yaitu Bapak Cahyo Rahardian Muhzar. Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian pengarahan dari Sekretaris Ditjen AHU, Bapak Danan Purnomo, dan Sekretaris Jenderal Kemenkumham RI, Bapak Dr. Bambang Rantam Sariwanto. Rapat Kerja tersebut dihadiri perwakilan intansi terkait, diantaranya Ditjen AHU, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kemenkumham Daerah istimewa Yogyakarta, Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, Kantor Wilayah Kemenkumham Maluku Utara, BHP Jakarta, BHP Medan, BHP Surabaya, BHP Makasar, BHP Semarang, dan juga Unit Pelaksana Tugas Kemenkumham dilingkungan Forkomda Solo. Sebagai narasumber dalam Rapat Kerja Pembahasan ORTA BHP dan Pembentukan JFT ATH hadir Kepala Biro Perencanaan Kemenkumham, Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham, Sekretaris Ditjen AHU, dan Direktur Perdata Ditjen AHU.


Rapat Kerja tersebut merupakan tindak lanjut Surat Persetujuan Menteri Pendayagunaan dan Reformasi Birokrasi Nomor B/205/M.KT.01/2008 tanggal 21 Maret 2018 Hal Penataan UPT BHP. Surat persetujuan tersebut didasarkan pada Peraturan Menpan RB Nomor 18 Tahun 2008, bahwa struktur organisasi UPT terdiri Kepala, Subbagian Tata Usaha, dan 3 Seksi. Berdasarkan Persetujuan tersebut struktur organisasi Orta BHP yang baru terdapat pengurangan 6 Eselon III B dan 3 Eselon V sehingga untuk jabatan yang hilang disarankan untuk menjadi JFT.


Pentingnya merubah ORTA BHP dalam peraturan yang baru, diantaranya karena ORTA BHP yang berlaku saat ini didasarkan atas Surat Keputusan Menteri Kehakiman RI Nomor M. 01.PR.07.01-80 tahun 1980 tanggal 19 Juni 1980, sebagai salah satu UPT yang ada pada Kemenkumham, sehingga perlu perubahan ORTA untuk disesuaikan dengan Undang-Undang maupun Peraturan yang baru; eksistensi BHP kurang dapat berperan aktif yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, antara lain kurangnya sosialisasi hukum mengenai tugas-tugas dan keberadaan BHP; Kurangnya kesadaran hukum dan koordinasi dengan instansi-instansi terkait seperti Pengadilan Negeri/Niaga, Notaris, catatan Sipil, Pemda setempat tentang tugas-tugas yang diemban BHP; Tugas Fungsi BHP yang tidak sedikit diampu oleh 5 BHP dengan wilayah kerja yang mencakup beberapa provinsi.


Penataan Unit Pelaksana Tugas BHP diharapkan dapat menjadi pendorong peningkatan kapasitas penguatan kelembagaan BHP dan Pembentukan JFT ATH karena peran BHP masih sangat dibutuhkan dalam hajat hidup orang banyak, seperti memberikan perlindungan terhadap anak dibawah umur (perwalian) akibat perceraian, kematian orang tua, bencana alam, persoalan harta tak bertuan dan kepastian hukum terhadap ahli waris; peran BHP dalam mewakili dan mengurus kepentingan orang-orang yang karena hukum atau keputusan hakim tidak dapat menjalankan sendiri kepentingannya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku; masih banyak belum dikenal oleh masyarakat atau institusi lain.

 Bapak Plt. Diretur Jenderal AHU Kemenkumham bersama Bapak Sekretaris Jenderal Kemenkumham dan Bapak Sekretaris Ditjen AHU membuka Acara Rapat Kerja dengan menabuh GongFoto Bersama

 

 

 

 


Related News


Leave a Comment